Tugas Mandiri 12 - Mengamati Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan

 

LAPORAN OBSERVASI PERILAKU KONSUMSI TIDAK BERKELANJUTAN

A05 – RIZKI  JUNI FERARO

1. Pendahuluan

Konsumsi merupakan kegiatan utama yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama kebutuhan makanan dan kebutuhan rumah tangga. Namun, cara konsumsi yang ada saat ini sering kali tidak memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Berbagai kebiasaan konsumsi yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan plastik yang tidak bisa daur ulang, pembelian barang dengan kemasan yang berlebihan, serta pemborosan makanan, masih banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah sampah dan tekanan terhadap sumber daya alam. Supermarket sebagai tempat distribusi barang modern memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat berbelanja. Karena akses yang mudah, variasi produk yang lengkap, serta sistem pelayanan yang praktis, konsumen cenderung berbelanja dengan cepat dan efisien, tetapi sering kali tidak menyadari dampak lingkungan dari keputusan belanja mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengamatan langsung untuk mengetahui bentuk-bentuk konsumsi yang tidak berkelanjutan yang sering terjadi di lingkungan supermarket.

2. Lokasi dan Metode Pengamatan

Lokasi Pengamatan: Superindo Graha Raya, Tangerang

Durasi Pengamatan: 50 menit

Waktu Pengamatan: Sore hari (pukul 16.30–17.20 WIB)

Fokus Pengamatan: Produk yang dibeli, jenis kemasan, serta kebiasaan konsumen dalam berbelanja.

3. Hasil Pengamatan

Dari pengamatang yang telah di lakukan terdapat beberapa perilaku konsumsi pelanggan yang tidak berkelanjutan. Berikut adalah perilaku dan frekuensi serta dampak dari tindakan yang di lakukan.

No

Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan (Deskripsi Singkat)

Frekuensi/Tingkat Kejadian

Dampak Negatif Utama

1

Konsumen membeli air mineral kemasan botol kecil untuk konsumsi sekali pakai

Sangat Sering

Peningkatan sampah plastik sekali pakai

2

Penggunaan kantong plastik ganda untuk barang belanjaan dalam jumlah sedikit

Sangat Sering

Penumpukan limbah plastik

3

Pembelian buah dan sayur yang dikemas dengan styrofoam dan plastik wrap

Sering

Sampah non-biodegradable dan sulit didaur ulang

4

Pembelian makanan siap saji dalam jumlah berlebih yang berpotensi tidak habis dikonsumsi

Sering

Pemborosan makanan (food waste)

5

Konsumen tidak membawa tas belanja ulang pakai dan bergantung pada kantong plastik

Sangat Sering

Ketergantungan pada plastik sekali pakai

 

4. Analisis Penyebab Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan

Berdasarkan table hasil pengamatan dapat dilihat ada 3 perilaku yang dinilai sangat sering dilakukan, Adapun 3 perilaku tersebut adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan kantong plastik sekali pakai: Perilaku ini paling sering terjadi karena faktor kemudahan dan kebiasaan. Konsumen cenderung menerima kantong plastik tanpa berpikir panjang, terutama saat berbelanja dalam jumlah sedikit. Selain itu, masih rendahnya kesadaran bahwa plastik memiliki dampak lingkungan jangka panjang membuat perilaku ini terus berulang.
  • Pembelian air mineral botol kecil:  Air mineral kemasan kecil dianggap praktis dan langsung bisa dikonsumsi. Banyak konsumen tidak membawa botol minum sendiri dan memilih solusi instan, meskipun dari sisi keberlanjutan kemasan kecil menghasilkan lebih banyak sampah per volume air yang dikonsumsi.
  • Tidak membawa tas belanja ulang pakai:  Sebagian besar konsumen datang berbelanja secara spontan sehingga tidak mempersiapkan reusable bag. Selain itu, harga kantong plastik yang relatif murah membuat konsumen tidak merasa terdorong untuk beralih ke tas belanja ramah lingkungan.

5. Saran Solusi

  • Pembatasan dan Insentif Penggunaan Kantong Plastik:   Pengelola Superindo dapat membatasi pemberian kantong plastik sekali pakai serta memberikan insentif, seperti potongan harga kecil atau poin belanja, bagi konsumen yang membawa tas belanja ulang pakai. Langkah ini dapat mendorong perubahan perilaku konsumen secara bertahap.
  • Peningkatan Edukasi Konsumen tentang Konsumsi Berkelanjutan: Pemasangan poster, label rak, atau informasi singkat di area kasir mengenai dampak sampah plastik dan pemborosan makanan dapat meningkatkan kesadaran konsumen. Edukasi ini membantu konsumen mempertimbangkan dampak lingkungan sebelum membeli produk.
  • Penyediaan dan Promosi Alternatif Ramah Lingkungan:  Pengelola dapat memperbanyak dan mempromosikan produk dengan kemasan ramah lingkungan, seperti air minum isi ulang, buah dan sayur tanpa kemasan berlebih, serta tas belanja reusable dengan harga terjangkau. Dengan adanya alternatif yang mudah diakses, konsumen akan lebih terdorong untuk beralih ke pola konsumsi yang lebih berkelanjutan.
6. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatanyang dilakukan di Superindo Graha Raya, Tangerang, masih sering  ditemukan berbagai praktik konsumsi tidak berkelanjutan, terutama penggunaan plastik sekali pakai dan pemborosan produk makanan. Perilaku tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, kemudahan, dan kurangnya kesadaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif baik dari pengelola supermarket maupun konsumen untuk mendorong perubahan menuju pola konsumsi yang lebih berkelanjutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS TERSTRUKTUR-01

TUGAS MANDIRI-04

Tugas Terstruktur 06