Tugas Terstruktur 13 - Analisis Aliran Energi dan Jejak Karbon pada Proses Produksi Mikro/Kecil
Analisis Aliran Energi dan Jejak Karbon pada Proses Produksi Mikro/Kecil
A05 – Rizki Juni
Feraro
A. Profil Unit
Usaha & Diagram Alir
Pada laporan
ini sayan melakukan obserfasi melalui youtube untuk melihat bagaimana proses
produksi tahu dilakukan, elemen apa saja yang mendukung pembuatan tahu seperti
energi, alat, dan sebagainya.
Link Video: https://youtu.be/MZ4Kr_Jb7iE?si=DaBqQemhDJJNYaeQ
Nama Unit Usaha:
Tahu 151A Sejak Tahun 1968
Jenis Produk: Tahu
Putih (Makanan)
Skala Produksi:
Usaha Kecil Menengah
Diagram Alir
Proses Produksi
Proses produksi
tahu dapat dijelaskan sebagai berikut:
Identifikasi
Titik Energi Masuk
Beberapa titik
penggunaan energi yang penting selama proses produksi adalah:
· Mesin
Penggiling: Listrik
· Perebusan
Bubur: Energi Panas (LPG)
· Pompa Air:
Energi listrik.
· Lampu
Penerangan: Energi listrik.
B. Identifikasi
Sumber dan Intensitas Energi
Daftar Sumber
Energi yang Digunakan
· Listrik PLN: Untuk
mesin penggiling, lampu, dan pompa air.
· Energi Panas
Tradisional: Kayu bakar untuk proses perebusan kedelai.
Klasifikasi
Energi
Direct Energy: Energi yang
langsung digunakan dalam proses produksi:
· Gas LPG → panas
untuk proses perebusan
· Listrik → mesin
giling
Indirect Energy:
Energi
tidak langsung tapi terkait produksi:
· Listrik: Penerangan,
pompa air
Estimasi
Penggunaan Energi per Bulan
Berdasarkan
operasi harian tipikal UMKM tahu:
Energi Listrik
Mesin
giling: 1,5 kW × 4 jam/hari = 6 kWh/hari
Pompa
air: 0,4 kW × 2 jam/hari = 0,8 kWh/hari
Lampu:
0,1 kW × 8 jam/hari = 0,8 kWh/hari
Total
listrik/hari ≈ 7,6 kWh
Bulanan
(30 hari) ≈ 228 kWh/bulan
Gas LPG
LPG
3 kg ± 10–15 tabung LPG/bulan tergantung intensitas produksi.
C. Perhitungan
Dasar (Analisis Kuantitatif)
Konversi
ke Satuan Standar (Mega Joule)
Kita
konversikan ke Mega Joule (MJ) berdasarkan faktor standar:
1
kWh = 3,6 MJ
1
kg kayu bakar ≈ 15 MJ/kg (nilai kalor rata-rata)
1
tabung LPG 3 kg = 3 kg × 46 MJ/kg = 138 MJ/tabung
Energi Listrik
per Bulan
228
kWh×3,6=820,8 MJ
228
kWh×3,6=820,8 MJ
Gas Perbulan
10
Tabung
10×138=1380
MJ
10×138=1380
MJ
Total
Energi dalam MJ
LPG:
820,8 + 1380 = 2200,8 MJ/bulan
Intensitas
Energi (MJ/produk)
Dengan
LPG:
2200,8𝑀𝐽÷3000 =≈0,73𝑀𝐽/𝑝𝑜𝑡𝑜𝑛𝑔𝑡𝑎ℎ𝑢
2200,8MJ÷3000=≈0,73MJ/potongtahu
Estimasi Jejak
Karbon
Listrik
PLN (faktor emisi: 0,85 kg CO2/kWh)
228
× 0,85 =193,8 kg CO2/bulan
228×0,85=193,8
kg CO2/bulan
LPG
(faktor emisi: 2,9 kg CO2/kg gas)
10
tabung × 3 kg = 30 kg gas
30×2,9
= 87 kg CO2/bulan
30×2,9=87
kg CO2/bulan
D. Analisis
Efisiensi dan Rekomendasi
Analisis Energi
dan Loss
· Sebagian besar
energi LPG hilang sebagai panas ke udara karena api tidak terfokus ke dasar
panci, panci terbuka, dan kompor sering menyala saat tidak digunakan, sehingga
efisiensi pemanfaatan panas menjadi rendah dan konsumsi gas menjadi boros.
· Mesin giling
listrik yang sering berjalan lebih lama daripada kebutuhan nyata karena
penjadwalan kurang efisien.
· Lampu
penerangan yang sering tetap menyala saat tidak ada aktivitas.
· Pompa air yang
dinyalakan tanpa timer/otomasi sehingga dapat menghasilkan durasi penggunaan
berlebihan.
Rekomendasi
Efisiensi Energi (Praktis)
· Penggunaan LED
Penerangan dan Sensor Timer
· Perawatan dan
Pengaturan Waktu Kerja Mesin Giling
· Penerapan Heat
Recovery dari Whey Panas
Referensi
Rahayu, S., & Suryani, L. (2019). Efisiensi energi pada
tungku industri kecil tahu dan tempe. Jurnal Teknologi Industri Pertanian.
Prasetyo, B., Nugraha, I., & Wibowo, D. (2021).
Penghematan energi pencahayaan LED pada UMKM: Studi kasus di kota X. Jurnal
Energi Terbarukan Indonesia.
Wijaya, T., & Hidayat, R. (2022). Analisis efisiensi
motor listrik pada mesin giling industri kecil. Jurnal Teknik Mesin Indonesia.
Sari, D., & Nugroho, A. (2020). Pemanfaatan panas whey
untuk pengurangan konsumsi energi pada industri tahu. Prosiding Energi
Terbarukan dalam Industri Pangan.
Komentar
Posting Komentar