Tugas Terstruktur 9
Kelompok 2
A-05 Rizki Juni Feraro
Analisis Desain Produk dengan Prinsip DfE
1. Nama Produk & Fungsi Utama
Nama produk: Kemasan Minuman Cup
Plastik (Cup PET/PP)
Fungsi utama:
Sebagai wadah minuman siap saji,
menjaga kebersihan dan keamanan minuman, memudahkan konsumen membawa serta
mengonsumsi minuman, serta media branding bagi penjual.
2. Analisis Fitur Desain
Material Utama
·
Cup:
Plastik PET atau PP
·
Tutup
(lid): Plastik PET/PP, model flat atau dome
·
Sedotan:
Plastik PP
·
Label
/ sablon: Tinta berbasis minyak (oil-based ink)
·
Segel/shrink
film: Plastik tipis LDPE atau PVC
Fitur Desain yang Kurang Ramah
Lingkungan
1. Material Plastik (PET/PP) Sulit
Terurai
Plastik membutuhkan puluhan hingga
ratusan tahun untuk terurai secara alami, dan jika tidak dikelola dengan baik
akan mencemari tanah serta laut.
2. Desain Sekali Pakai (Single-Use)
Cup plastik hanya digunakan sekali
untuk satu porsi minuman, lalu langsung dibuang. Ini sangat memperbesar jumlah
limbah.
3. Multi-Material (Cup, Tutup,
Sedotan, Ink)
Perbedaan jenis plastik membuat
proses pemilahan dan daur ulang menjadi sulit. Tinta sablon juga mencemari
kualitas daur ulang.
4. Kontaminasi Lemak, Gula, dan
Cairan Minuman
Cup yang terkontaminasi minuman
sering ditolak fasilitas daur ulang karena harus dibersihkan terlebih dahulu.
5. Tebal Cup Tipis, Tidak Dirancang
untuk Reuse
Cup mudah penyok atau retak
sehingga tidak cocok digunakan ulang.
6. Sedotan Plastik Menambah Limbah
Berbahaya
Sedotan sangat kecil dan tidak
dapat diolah di banyak fasilitas daur ulang.
3. Kaitan dengan Prinsip DfE
(Design for Environment)
Beberapa fitur pada kemasan cup
plastik melanggar prinsip DfE. Penggunaan plastik PET/PP sebenarnya dapat
didaur ulang, namun desain produk yang menggunakan banyak komponen (cup + tutup
+ sedotan + tinta) menyebabkan proses daur ulang sangat sulit sehingga
bertentangan dengan prinsip Recycle dan Recover.
Desain single-use menyebabkan
penggunaan material berlebihan sehingga melanggar prinsip Reduce, karena
plastik digunakan hanya dalam hitungan menit tetapi menghasilkan limbah puluhan
tahun. Material yang tidak dapat dipisahkan seperti tinta sablon menghambat
proses daur ulang, sehingga bertentangan dengan prinsip Redesign untuk
memudahkan pemrosesan di akhir masa pakai.
Cup plastik juga tidak dirancang
untuk digunakan kembali, sehingga bertentangan dengan prinsip Reuse. Selain
itu, penggunaan sedotan dan segel plastik menambah material yang seharusnya
dapat dikurangi. Kontaminasi dari minuman menyebabkan produk sulit masuk ke
jalur daur ulang sehingga melemahkan efisiensi prinsip DfE secara keseluruhan.
Fitur yang Tidak Ramah Lingkungan
& Prinsip DfE yang Dilanggar
|
Fitur Tidak Ramah Lingkungan |
Prinsip DfE yang Dilanggar |
Penjelasan |
|
Plastik
PET/PP sulit terurai |
Recycle |
Minim
fasilitas pengolahan dan membutuhkan proses panjang. |
|
Desain
single-use |
Reduce |
Material
digunakan sekali lalu dibuang, membuat limbah meningkat. |
|
Cup,
tutup, sedotan material berbeda |
Recycle
& Recover |
Menyulitkan
proses pemisahan dan daur ulang. |
|
Tinta
sablon berbasis minyak |
Recycle |
Menurunkan
kualitas hasil daur ulang. |
|
Cup
tipis, tidak dapat dipakai ulang |
Reuse |
Tidak
mendukung penggunaan berulang. |
|
Sedotan
plastik |
Reduce |
Material
tambahan yang sebenarnya bisa dihilangkan. |
4. Refleksi Singkat
Secara keseluruhan, kemasan cup
plastik masih memiliki banyak aspek yang tidak ramah lingkungan. Material
plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, sementara desain
multi-material dan single-use menyebabkan proses daur ulang tidak efisien.
Kemasan seperti ini seringkali berakhir di tempat sampah atau lingkungan karena
tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk didaur ulang. Untuk menjadikan
kemasan cup lebih berkelanjutan, dibutuhkan desain yang lebih sederhana,
material yang lebih ramah lingkungan, dan penggunaan tinta yang tidak mengganggu
proses recycling.
Ide Perbaikan (Sesuai DfE)
1. Gunakan Material Biodegradable
(PLA / PHA)
Mengurangi limbah plastik
konvensional dan lebih cepat terurai di lingkungan industri kompos.
2. Terapkan Desain Monomaterial
(Semua PP)
Cup, tutup, dan sedotan menggunakan
jenis plastik yang sama sehingga lebih mudah diproses saat daur ulang.
3. Kurangi atau Hilangkan Tinta
Sablon
Gunakan label minimalis, emboss,
atau stiker ramah lingkungan.
4. Gunakan Tutup Anti-Sedotan
(Strawless Lid)
Mengurangi kebutuhan sedotan
plastik.
5. Buat Cup Lebih Tebal untuk Reuse
Meningkatkan umur pakai dan dapat
digunakan berkali-kali sebelum dibuang.
Komentar
Posting Komentar